Powered By Blogger

Jumat, 27 Desember 2013

SMA ku Yang "konon" Horor


SMAN 1 Gemolong telah berdiri selama berpuluh puluh tahun, banyak kejadian-kejadian dan peristiwa yang terjadi di sekolahku itu. Mulai dari kejadian lucu,kejadian tentang percintaan, maupun tentang hal yang berbau mistik. Kali ini akan dibahas beberapa tempat di sekolah ku yang katanya serem, horor, berpenghuni dan kadang muncul makhluk-makhluk aneh.

Tempat pertama yaitu di kelas XI IPS1. Waktu aku kelas 2 SMA, kelas XI IPS 1 terletak di sebelah timur UKS. Tepatnya di bawah tangga dan katanya sebagai tempat perbatasan antara batas atas dan bawah. Entah apa maksudnya itu. Tapi benar saja, hawa di atas tangga dan di bawah tangga memang beda. Di bawah tangga terutama di kelas XI IPS 1 itu agak tidak enak. Aku sendiri tidak betah kalau berada di kelas itu. Kadang merinding sendiri, kadang ada rasa yang tak jenak dsb, tp mungkin itu hanya sugestiku saja. Pernah ada cerita salah satu siswa XI IPS 1 yang iseng-iseng saja sedang mengambil video di kelas itu. Tiba-tiba kursi yang terletak di sudut kelas bergeser sendiri tanpa ada yang menyentuhnya. Siswa tersebut kaget dan langsung menghapus video yang direkamnya tadi. Dulu juga pernah ada cerita, pada malam hari yang pada saat itu ada acara salah satu organisasi sekolah. Ditengah malam, pembina dari organisasi tersebut mencoba berkeliling sekolah untuk memastikan keadaannya aman. Disaat pembina tersebut melewati kelas XI IPS 1, dia mendengar suara gaduh di dalam kelas. Dia sempat tidak yakin dengan apa yang didengarnya, karena mana mungkin malam hari ada yang sedang beraktifitas di dalam kelas. Untuk menghilangkan rasa penasarannya itu, dia mencoba mengintip dari jendela kelas. Entah apa yang dia lihat, tiba-tiba pembina tersebut shok dan langsung berlari sambil berteriak dengan sangat keras. Katanya, dia melihat banyak setan yang bentuknya sangat menyeramkan dan setan tersebut memenuhi kelas XI IPS 1 itu. Selang beberapa minggu, percaya atau tidak kemudian aku mencoba beruji nyali bersama beberapa temanku. Di tempat itu sangat gelap dan terdengar suara anjing yang menggonggong di sebelah kelas. Kemudian kami memberanikan diri untuk memasuki kelas tersebut. Seluruh badanku merinding dan mencoba untuk kuat dengan keadaan terburuk yang akan terjadi. Setelah kami membuka pintu kelas, ternyata tidak ada apa-apa. Kami sempat lega, tetapi ada hal ganjil di kelas itu. LCD dalam kelas itu menyala dan layar LCDnya juga terbuka. Entah itu dari tadi siang dinyalakan atau mungkin baru saja dinyalakan oleh sesuatu aku juga tidak tahu.

Tempat yang kedua adalah di aula. Banyak kejadian janggal yang terjadi di aula sekolah. Selama aku di bersekolah di SMAN1G, aku belum dan tidak mau melihat dan merasakan hal-hal yang aneh apalagi betemu dengan eeemmm ahsudahlah. Kejadian pertama waktu diklat salah satu organisasi. Waktu itu aula digunakan untuk tempat kedisiplinan, dan salah satu dari panitia sedang mengambil-ngambil gambar. Setelah beberapa hari, panitia yang mengambil gambar itu baru sadar bahwa dia menangkap sebuah gambar yang ganjil. Dia menagkap sebuah foto seorang perempuan tua berambut panjang dengan muka yang pucat penuh luka dan mempunyai mata putih menyeramkan yang berdiri di belakang peserta diklat. Foto itu kemudian dia upload di jejaring sosial facebook. Kejadian kedua saat seorang penjaga sekolah yang sedang berkeliling di sekolah sore hari melihat seseorang yang duduk di tangga aula sendirian. Kemudian penjaga sekolah mendekati orang tersebut. Dekat dan semakin dekat penjaga itu melangkah, lama-kelamaan penjaga tersebut baru menyadari bahwa orang tersebut adalah seorang wanita cantik berbaju putih yang tiba-tiba menghilang didepannya. Cerita lain yang aku dengar, kakak kelasku pernah melihat nenek tua yang membawa tas belanja yang berjalan menuju samping aula. Dia bertanya kepada nenek itu mau kemana nenek tersebut. Tetapi nenek itu tidak menjawab dan terus saja berjalan. Karena penasaran, kakak kelasku mengikutinya sampai beberapa saat nenek itu menghilang di samping kamar mandi dan katanya berubah menjadi kucing. Ada beberapa cerita lagi tetapi cerita diatas adalah cerita yang menurutku paling menyeramkan.

Tempat ketiga adalah di kamar mandi dekat kelas XG atau sekarang menjadi kelas X IPS 2. Ada salah satu pintu kamar mandi yang selama bertahun-tahun ditutup. Aku mencari tahu mengapa kamar mandi tersebut tidak pernah dibuka. Ternyata dahulu kata ibu kantin ada seorang siswa yang pernah bunuh diri di kamar mandi tersebut dengan gantung diri. Apa sebab siswa tersebut bunuh diri tidak dijelaskan oleh ibu kantin dan aku tidak mau mencari tahu. Itulah alasan mengapa kamar mandi tersebut tidak pernah dibuka. Adik kelasku pernah suatu ketika memasuki kamar mandi yang berada di samping kamar mandi yang pintunya tertutup itu. Saat dia melihat ke bak mandi, dia melihat bayangan laki-laki yang mengintipnya dari atas. Tetapi laki-laki tersebut berkepala botak dan tidak berseragam. Padahal pada saat itu dia hanya sendirian di kamar mandi tersebut. Sejak saat itu aku tidak pernah masuk di kamar mandi dekat kelas X itu.

Tempat berikutnya adalah di lapangan. Semua lapangan yang ada di sekolah pernah ditemukan hal-hal aneh. Entah itu lapangan basket, lapangan depan kelasku XII IPA3,lapangan utama, maupun lapangan tenis. Tetapi diantara lapangan-lapangan tersebut yang paling horor adalah lapangan basket. Tapi cerita horor di lapangan basket agak membosankan (memangnya semua cerita ini gak membosankan apa?*eh) dan sampai sekarang aku juga belum mempercayainya, jadi tidak aku ceritakan disini. Kalau di lapangan tenis memang menyeramkan karena berada disamping kuburan. Konon sekolahku mempunyai gerbang ghaib yang mengelilingi sekolah dan gerbang itu berada di lapangan tenis. Setiap ada kegiatan malam, gerbang tersebut harus dikunci agar setan-setan atau hal ghaib lainnya tidak muncul. Dan yang membawa kunci tersebut adalah salah satu guru, aku juga tidak tahu pasti guru yang dimaksud itu guru yang mana. Tetapi untuk diklat salah satu organisasi, gerbang tersebut malah dibiarkan terbuka yang tujuannya untuk menguatkan mental. Dan benar saja, setiap diklat itu dilaksanakan tiap tahun pasti salah satu siswa yang kesurupan. Dulu juga ada cerita 2 orang siswa dan siswi ada yang kesurupan sampai 3 tahun lamanya. Setan yang perempuan sangat cantik dan pintar bhs inggris, maklum saja sekolahku dulu bekas kuburan inggris dan jepang *kayaknya. Bagaimana setan itu bisa masuk dan keluar dari tubuh siswa aku juga tidak tahu.

Sebenarnya ada banyak tempat horor di sekolah. Misalnya saja di sanggar teater, ruang osis, sanggar pramuka, pendopo sekolah, kamar mandi masjid, depan ruang TIK, dan laen laen. Cari tahu sendirilah tempat-tempat horor disekolahku itu. Yang jelas cerita yang aku ceritakan tadi adalah cerita yang benar adanya alias fakta tanpa rekayasa apapun *halah. Dan sekali lagi aku belum dan gak mau mengalami, melihat apalagi bertemu dengan setan-setan yang ada disekolahku itu, termasuk juga setan-setan dan sejenisnya di tempat lain (ketahuan banget penakut + gak kuat imannya *eh) hehe.


Kalau ada yang tersinggung dari ceritaku tersebut aku selaku pencerita mohon maaf, karena aku tidak bermaksud untuk membuat seseorang tersinggung apalagi membuat masalah. Cuma mau sharing buat yang belum tahu tempat-tempat horor di SMAN 1 GEMOLONG tercinta ku itu. Kesimpulannya seperti pepatah bilang, tak ada gading yang tak retak. Seperti sekolahanku, dibalik kemegahan dan kemewahan sekolahku itu tersimpan kehororan yang mencekam *lebeh. Bye ;)

Rabu, 20 November 2013

All About SENGKUNI (︶.︶メ)

Ngrumpi,ngrumpi,ngrumpi,ngrumpiiiii terus kerjaannya.

Pagi-pagi baru sampai kelas aja langsung bentuk barisan setengah lingakaran dipojok kelas buat ngomongin kejelekan orang. Sadar ga sih mereka, kalau banyak banget orang yang benci sama mereka.

Dasar sengkuni!
Kelompok yang suka bikin orang sakit hati.
Orang yang bicaranya ga dijaga, asal ceplas ceplos
Yaa,intinya mereka itu “lambenan tok”
Kalau dinasehati malah bilangnya dlogok,
Kalau liat orang susah, malah tambah diolok olok.

Udah banyak banget korban dari sengkuni. Makanan mereka itu ya teman mereka sendiri. Satu haripun gak mereka lewatkan buat ngrumpi, tiap jam tiap menit tiap detik tiap mili detik pasti ngrumpi. Sambil jalan aja mereka sempatkan untuk ngrumpi membicarakan kejelekan orang lain alias ghibah. Mereka pikir mereka itu orang paling hebat dan paling benar, tapi nyatanya SALAH BESAR. Hampir semua orang yang aku temui benci banget sama para sengkuni itu.

Sumpah gregeten banget, gemueeeeess. Aaarrrrgghhh *gigit batu*

Tapi yasudahlah. Aku Cuma ingin tau, apa yang akan terjadi sama mereka kalau mereka nanti pecah?emmm,,entah,,mungkin mereka lelah.

Semua itu tadi adalah jawabanku kalau ada yang tanya, apa pengertian dari kelompok sengkuni


Selasa, 12 November 2013

Guru kami {❤}

beberapa jepretan bersama guru mapel SMAN 1 Gemolong
bu iin waktu pelajaran agama 
 bu yati guru bhs inggris
 bu heni waktu pelajaran biologi
 pak edi waktu pelajaran b.jawa
 pak pram waktu pelajaran fisika(jam seperti tidak berputar -_-)
 pak basuki saat pelajaran fisika (kocak,unik)
 pak ugik (foto waktu di kantor)
 bu prapti saat seusai praktek memasak
 pak suyatno saat sedang praktek kimia di lab
 bu muji saat mengajar matematika
12 ipa 3 waktu sedang olahraga
saat di lab TIK

Senin, 04 November 2013

PENSI XII IPA 3

Tanggal 28 oktober, kelasku 12 ipa 3 unjuk kebolehan buat tampil pensi di acara bulan bahasa. 12 ipa 3 baru pertama kali ikut pensi setelah kira2 3 event yg ada. Dan lebih amazingnya,kami Cuma latihan 2 jam. Kami di beri kesempatan buat tampil 2 kali. Pada penampilan yg pertama yaitu ngband,tampilan yang kedua semua putri 12 ipa 3 akan flashmob. Namanya aja flashmob, seragamnya pasti beda semua. Langsung aja, check it now!!
 ini waktu persiapan pensi. latihan ga jelas siih
 pra pensi foto2 dulu dong yaa. yang pake jilbab ijo itu aku,disusul indah,niken dan magek
 dua makhluk ini adalah mc buat pensinya
 kelas kami dapet urutan ke 5 dan 10, jadi sekitar setengah jam kami nunggu buat giliran kita
 di menit yang ke-(emm lupa) akhirnya 12 ipa 3 menampilkan sebuah mahakarya band 
 teng ting tongg..akhirnya flashmob pun dapet giliran. ini waktu penampilan flashmob kami. sayange aku ng buri pojok,dadi ga ketok -_-
 ini waktu perkenalan
 sial! pasca pensi,kameraku dibawa kabur buat narsis2an ke4 orang ini (lelyta,mira,khandi,novita)
 nah,ini waktu foto2 didepan kelas 12 ipa 3
kalau ini pose yang paling unyuw ya yang lg moto (aku)

makalah kimia korosi

BAB I
PENDAHULUAN

KOROSI pada logam menimbulkan kerugian tidak sedikit. Hasil riset yang berlangsung tahun 2002 di Amerika Serikat memperkirakan, kerugian akibat korosi yang menyerang permesinan industri, infrastruktur, sampai perangkat transportasi di negara adidaya itu mencapai 276 miliar dollar AS. Ini berarti 3,1 persen dari Gross Domestic Product (GDP)-nya. sebenarnya, negara-negara di kawasan tropis seperti Indonesia paling banyak menderita kerugian akibat korosi ini. tetapi, tidak ada data yang jelas di negara-negara tersebut tentang jumlah kerugian setiap tahunnya.
Korosi yang dipengaruhi oleh mikroba merupakan suatu inisiasi atau aktifitas korosi akibat aktifitas mikroba dan proses korosi. Korosi pertama diindentifikasi hampir 100 jenis dan telah dideskripsikan awal tahun 1934. bagaimanapun korosi yang disebabkan aktifitas mikroba tidak dipandang serius saat degradasi pemakaian sistem industri modern hingga pertengahan tahun1970- an. Ketika pengaruh serangan mikroba semakin tinggi, sebagai contoh tangki air stainless steel dinding dalam terjadi serangan korosi lubang yang luas pada permukaan sehingga para industriawan menyadari serangan tersebut. Sehingga saat itu, korosi jenis ini merupakan salah satu faktor pertimbangan pada instalasi pembangkit industri, industri minyak dan gas, proses kimia, transportasi dan industri kertaspulp. Selama tahun 1980 dan berlanjut hingga awal tahun 2000, fenomena tesebut dimasukkan sebagai bahan perhatian dalam biaya operasi dan pemeriksaan sistem industri. Dari fenomena tersebut, banyak institusi mempelajari dan memecahkan masalah ini dengan penelitian-penelitian untuk mengurangi bahaya korosi tersebut.
Penulisan makalah ini ditujukan sebagai bahan perhatian kembali kepada pelaku indutriawan, dosen dan pendidikan secara khususnya dan orang- orang yang berkompeten terhadap bidang, kimia, korosi dan ilmu pengetahuan alam pada umumnya, bagaimana bahayanya korosi bakteri di lingkungan bebas baik air, udara dan tanah di sekitar kita.
Mikroba merupakan suatu mikrooranisme yang hidup di lingkungan secara luas pada habitat-habitatnya dan membentuk koloni yang pemukaanya kaya dengan air, nutrisi dan kondisi fisik yang memungkinkan pertumbuhan mikroba terjadi pada rentang suhu yang panjang biasa ditemukan di sistem air, kandungan nitrogen dan fosfor sedikit, konsentrat serta nutrisi-nutrisi penunjang lainnya.
Mikroorganisme yang mempengaruhi korosi antara lain bakteri, jamur, alga danprotozoa. Korosi ini bertanggung jawab terhadap degradasi material di lingkungan. Pengaruh inisiasi atau laju korosi di suatu area, mikroorganisme umumnya berhubungan dengan permukaan korosi kemudian menempel pada permukaan logam dalam bentuk lapisan tipis atau biodeposit. Lapisan film tipis atau biofilm. Pembentukan lapisan tipis saat 2 – 4 jam pencelupan sehingga membentuk lapisan ini terlihat hanya bintik-bintik dibandingkan menyeluruh di permukaan.
Lapisan film berupa biodeposit biasanya membentuk diameter beberapa centimeter di permukaan, namun terekspos sedikit di permukaan sehingga dapat meyebabkan korosi lokal. Organisme di dalam lapisan deposit mempunyai efek besar dalam kimia di lingkungan antara permukaan logam/film atau logam/deposit tanpa melihat efek dari sifat bulk electrolyte.
Mikroorganisme dikatagorikan berdasarkan kadar oksigen yaitu :
1. Jenis anaerob, berkembang biak pada kondisi tidak adanya oksigen.
2. Jenis Aerob, berkembang biak pada kondisi kaya oksigen.
3. Jenis anaerob fakultatif, berkembang biak pada dua kondisi.
4. Mikroaerofil, berkembang biak menggunakan sedikit oksigen.
BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian Korosi
Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan. Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi.
Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi. Karat logam umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3.nH2O, suatu zat padat yang berwarna coklat-merah.
Korosi dapat juga diartikan sebagai serangan yang merusak logam karena logam bereaksi secara kimia atau elektrokimia dengan lingkungan. Ada definisi lain yang mengatakan bahwa korosi adalah kebalikan dari proses ekstraksi logam dari bijihmineralnya. Contohnya, bijih mineral logam besi di alam bebas ada dalam bentuk senyawabesi oksida atau besi sulfida, setelah diekstraksi dan diolah, akan dihasilkan besi yang digunakan untuk pembuatan baja atau baja paduan. Selama pemakaian, baja tersebut akan bereaksi dengan lingkungan yang menyebabkan korosi (kembali menjadi senyawa besi oksida).
Kecepatan korosi sangat tergantung pada banyak faktor, seperti ada atau tidaknya lapisan oksida, karena lapisan oksida dapat menghalangi beda potensial terhadap elektrodalainnya yang akan sangat berbeda bila masih bersih dari oksida.

B.   Proses Terjadinya Korosi
Korosi atau pengkaratan merupakan fenomena kimia pada bahan – bahan logam yang pada dasarnya merupakan reaksi logam menjadi ion pada permukaan logam yang kontak langsung dengan lingkungan berair dan oksigen. Contoh yang paling umum, yaitu kerusakan logam besi dengan terbentuknya karat oksida. Dengan demikian, korosi menimbulkan banyak kerugian.
Korosi logam melibatkan proses anodik, yaitu oksidasi logam menjadi ion dengan melepaskan elektron ke dalam (permukaan) logam dan proses katodik yang mengkonsumsi electron tersebut dengan laju yang sama : proses katodik biasanya merupakan reduksi ion hidrogen atau oksigen dari lingkungan sekitarnya. Untuk contoh korosi logam besi dalam udara lembab, misalnya proses reaksinya dapat dinyatakan sebagai berikut :
Anode= {Fe(s)→ Fe2+(aq)+ 2 e}x 2
Katode =O2(g)+ 4H+(aq)+ 4 e → 2 H2O(l)
                                                                                   +
Redoks= 2 Fe(s) + O2 (g)+ 4 H+(aq)→ 2 Fe2++ 2 H2O(l)
Dari data potensial elektrode dapat dihitung bahwaemf standar untuk proses korosi ini, ,yaituE0sel = +1,67 V ; reaksi ini terjadi pada lingkungan asam dimana ion H+ sebagian dapat diperoleh dari reaksi karbon dioksida atmosfer dengan air membentuk H2CO3. Ion Fe+2 yang terbentuk, di anode kemudian teroksidasi lebih lanjut oleh oksigen membentuk besi (III) oksida :
4 Fe+2(aq)+ O2 (g) + (4 + 2x) H2O(l) → 2 Fe2O3x H2O + 8 H+(aq)
Hidrat besi (III) oksida inilah yang dikenal sebagai karat besi. Sirkuit listrik dipacu oleh migrasi elektron dan ion, itulah sebabnya korosi cepat terjadi dalam air garam.
Jika proses korosi terjadi dalam lingkungan basa, maka reaksi katodik yang terjadi, yaitu :
O2 (g) + 2 H2O(l)+ 4e → 4 OH-(aq)
Oksidasi lanjut ion Fe2+ tidak berlangsung karena lambatnya gerak ion ini sehingga sulit berhubungan dengan oksigen udara luar, tambahan pula ion ini segera ditangkap oleh garam kompleks hexasianoferat (II) membentuk senyawa kompleks stabil biru. Lingkungan basa tersedia karena kompleks kalium heksasianoferat (III).
Korosi besi realatif cepat terjadi dan berlangsung terus, sebab lapisan senyawa besi (III) oksida yang terjadi bersifat porous sehingga mudah ditembus oleh udara maupun air. Tetapi meskipun alumunium mempunyai potensial reduksi jauh lebih negatif ketimbang besi, namun proses korosi lanjut menjadi terhambatkarena hasil oksidasi Al2O3, yang melapisinya tidak bersifat porous sehingga melindungi logam yang dilapisi dari kontak dengan udara luar.

C.   Dampak Dari Korosi
Karatan adalah istilah yang diberikan masyarakat terhadap logam yang mengalami kerusakan berbentuk keropos. Sedangkan bagian logam yang rusak dan berwarna hitam kecoklatan pada baja disebut Karat. Secara teoritis karat adalah istilah yang diberikan terhadap satu jenis logam saja yaitu baja, sedangkan secara umum istilah karat lebih tepat disebut korosi. Korosi didefenisikan sebagai degradasi material (khususnya logam dan paduannya) atau sifatnya akibat berinteraksi dengan lingkungannya.
Korosi merupakan proses atau reaksi elektrokimia yang bersifat alamiah dan berlangsung dengan sendirinya, oleh karena itu korosi tidak dapat dicegah atau dihentikan sama sekali. Korosi hanya bisa dikendalikan atau diperlambat lajunya sehingga memperlambat proses perusakannya.
Dilihat dari aspek elektrokimia, korosi merupakan proses terjadinya transfer elektron dari logam ke lingkungannya. Logam berlaku sebagai sel yang memberikan elektron (anoda) dan lingkungannya sebagai penerima elektron (katoda). Reaksi yang terjadi pada logam yang mengalami korosi adalah reaksi oksidasi, dimana atom-atom logam larut kelingkungannya menjadi ion-ion dengan melepaskan elektron pada logam tersebut. Sedangkan dari katoda terjadi reaksi, dimana ion-ion dari lingkungan mendekati logam dan menangkap elektron- elektron yang tertinggal pada logam.
Dampak yang ditimbulkan korosi sungguh luar biasa. Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, Amerika Serikat mengalokasikan biaya pengendalian korosi sebesar 80 hingga 126 milyar dollar per tahun. Di Indonesia, dua puluh tahun lalu saja biaya yang ditimbulkan akibat korosi dalam bidang indusri mencapai 5 trilyun rupiah. Nilai tersebut memberi gambaran kepada kita betapa besarnya dampak yang ditimbulkan korosi dan nilai ini semakin meningkat setiap tahunnya karena belum terlaksananya pengendalian korosi secara baik bidang indusri. Dampak yang ditimbulkan korosi dapat berupa kerugian langsung dan kerugian tidak langsung. Kerugian langsung adalah berupa terjadinya kerusakan pada peralatan, permesinan atau stuktur bangunan. Sedangkan kerugian tidak langsung berupa terhentinya aktifitas produksi karena terjadinya penggantian peralatan yang rusak akibat korosi, terjadinya kehilangan produk akibat adanya kerusakan pada kontainer, tanki bahan bakar atau jaringan pemipaan air bersih atau minyak mentah, terakumulasinya produk korosi pada alat penukar panas dan jaringan pemipaannya akan menurunkan efisiensi perpindahan panasnya, dan lain sebagainya.


D.   Bentuk-Bentuk Korosi
Bentuk-bentuk korosi dapat berupa korosi merata, korosi galvanik, korosi sumuran, korosi celah, korosi retak tegang (stress corrosion cracking), korosi retak fatik (corrosion fatique cracking) dan korosi akibat pengaruh hidogen (corrosion induced hydrogen), korosi intergranular, selective leaching, dan korosi erosi.
1.       Korosi merata adalah korosi yang terjadi secara serentak diseluruh permukaan logam, oleh karena itu pada logam yang mengalami korosi merata akan terjadi pengurangan dimensi yang relatif besar per satuan waktu. Kerugian langsung akibat korosi merata berupa kehilangan material konstruksi, keselamatan kerja dan pencemaran lingkungan akibat produk korosi dalam bentuk senyawa yang mencemarkan lingkungan. Sedangkan kerugian tidak langsung, antara lain berupa penurunan kapasitas dan peningkatan biaya perawatan (preventive maintenance).
2.       Korosi galvanik terjadi apabila dua logam yang tidak sama dihubungkan dan berada di lingkungan korosif. Salah satu dari logam tersebut akan mengalami korosi, sementara logam lainnya akan terlindung dari serangan korosi. Logam yang mengalami korosi adalah logam yang memiliki potensial yang lebih rendah dan logam yang tidak mengalami korosi adalah logam yang memiliki potensial lebih tinggi.
3.       Korosi sumuran adalah korosi lokal yang terjadi pada permukaan yang terbuka akibat pecahnya lapisan pasif. Terjadinya korosi sumuran ini diawali dengan pembentukan lapisan pasif dipermukaannya, pada antarmuka lapisan pasif dan elektrolit terjadi penurunan pH, sehingga terjadi pelarutan lapisan pasif secara perlahan-lahan dan menyebabkan lapisan pasif pecah sehingga terjadi korosi sumuran. Korosi sumuran ini sangat berbahaya karena lokasi terjadinya sangat kecil tetapi dalam, sehingga dapat menyebabkan peralatan atau struktur patah mendadak.
4.       Korosi celah adalah korosi lokal yang terjadi pada celah diantara dua komponen. Mekanisme terjadinya korosi celah ini diawali dengan terjadi korosi merata diluar dan didalam celah, sehingga terjadi oksidasi logam dan reduksi oksigen. Pada suatu saat oksigen (O2) di dalam celah habis, sedangkan oksigen (O2) diluar celah masih banyak, akibatnya permukaan logam yang berhubungan dengan bagian luar menjadi katoda dan permukaan logam yang didalam celah menjadi anoda sehingga terbentuk celah yang terkorosi.
5.       Korosi retak tegang (stress corrosion cracking), korosi retak fatik (corrosionfatique cracking) dan korosi akibat pengaruh hidogen (corrosion inducedhydrogen) adalah bentuk korosi dimana material mengalami keretakan akibatpengaruh lingkungannya. Korosi retak tegang terjadi pada paduan logam yang mengalami tegangan tarik statis dilingkungan tertentu, seperti : baja tahan karat sangat rentan terhadap lingkungan klorida panas, tembaga rentan dilarutan amonia dan baja karbon rentan terhadap nitrat. Korosi retak fatk terjadi akibat tegangan berulang dilingkungan korosif. Sedangkan korosi akibat pengaruh hidogen terjadi karena berlangsungnya difusi hidrogen kedalam kisi paduan.
6.       Korosi intergranular adalah bentuk korosi yang terjadi pada paduan logam akibat terjadinya reaksi antar unsur logam tersebut di batas butirnya. Seperti yang terjadi pada baja tahan karat austenitik apabila diberi perlakuan panas. Pada temperatur 425 – 815oC karbida krom (Cr23C6) akan mengendap di batas butir. Dengan kandungan krom dibawah 10 %, didaerah pengendapan tersebut akan mengalami korosi dan menurunkan kekuatan baja tahan karat tersebut.
7.       Selective leaching adalah korosi yang terjadi pada paduan logam karena pelarutan salah satu unsur paduan yang lebih aktif, seperti yang biasa terjadi pada paduan tembaga-seng. Mekanisme terjadinya korosi selective leaching diawali dengan terjadi pelarutan total terhadap semua unsur. Salah satu unsur pemadu yang potensialnya lebih tinggi akan terdeposisi, sedangkan unsur yang potensialnya lebih rendah akan larut ke elektrolit. Akibatnya terjadi keropos pada logam paduan tersebut. Contoh lain selective leaching terjadi pada besi tuang kelabu yang digunakan sebagai pipa pembakaran. Berkurangnya besi dalam paduan besi tuang akan menyebabkan paduan tersebut menjadi porous dan lemah, sehingga dapat menyebabkan terjadinya pecah pada pipa.

E.     Bakteri Penyebab Korosi
Fenomena korosi yang terjadi dapat disebabkan adanya keberadaan dari bakteri. Jenis-jenis bakteri yang berkembang yaitu :

1.      Bakteri reduksi sulfat
Bakteri ini merupakan bakteri jenis anaerob membutuhkan lingkungan bebas oksigen atau lingkungan reduksi, bakteri ini bersirkulasi di dalam air aerasi termasuk larutan klorin dan oksidiser lainnya, hingga mencapai kondisi ideal untuk mendukung metabolisme. Bakteri ini tumbuh pada oksigen rendah. Bakteri ini tumbuh pada daerah-daerah kanal, pelabuhan, daerah air tenang tergantung pada lingkungannya.
Bakteri ini mereduksi sulfat menjadi sulfit, biasanya terlihat dari meningkatnya kadar H2S atau Besi sulfida.Tidak adanya sulfat, beberapa turunan dapat berfungsi sebagai fermenter menggunakan campuran organik seperti pyruvnate untuk memproduksi asetat, hidrogen dan CO2, banyak bakteri jenis ini berisi enzim hidrogenase yang mengkonsumsi hidrogen.

2.      Bakteri oksidasi sulfur-sulfida
Bakteri jenis ini merupakan bakteri aerob yang mendapatkan energi dari oksidasi sulfit atau sulfur. Bebarapa tipe bakteri aerob dapat teroksidasi sulfur menjadi asam sulfurik dan nilai pH menjadi 1. bakteriThiobaccilus umumnya ditemukan di deposit mineral dan menyebabkan drainase tambang menjadi asam.

3.      Bakteri besi mangan oksida
Bakteri memperoleh energi dari osidasi Fe2+ Fe3+ dimana deposit berhubungan dengan bakteri korosi. Bakteri ini hampir selalu ditemukan di Tubercle (gundukan Hemispherikal berlainan ) di atas lubang pit pada permukaan baja. Umumnya oksidaser besi ditemukan di lingkungan dengan filamen yang panjang.

F.     Masalah-masalah di lapangan
Banyak sekali di dunia industri dan fasilitas umum terjadi proses korosi disebabkan oleh fenomena biokorosi akibat adanya bakteri. Kasus-kasus tersebut yaitu :
1.      Pipa-pipa bawah tanah di Industri minyak dan gas bumi
Dalam suatu contoh kasus dari perusahaan Korea Gas Corporation (KOGAS) menggunakan pipa-pipa gas yang dilapis denganpolyethy lene (APL 5L X-65). Selama instalasi, pipa dilas tiap 12 meter dan diproteksi denganim pr es s ed current proteksi katodik dengan potensial proteksi –850 mV (vs saturated Cu/CuSO4). Kemudian beberapa tahun dicek kondisi lapis lindung maupun korosi aktif menggunakan pengujian potensial gardien5, hasilnya berupa letak-letak coating defect di sepanjang pipa. Kegagalan selanjutnya yaitu adanya disbonded coating area di permukaan pipa yang disebabkan adanya arus proteksi katodik yang berlebihan terekspos. Coating defect dan daerah disbonded coating sangat baik untuk perkembangan mikroba anaerob. Pada disbonded coating area terjadi korosi local (pitting), lubang pit berbentuk hemisspherikal dalam tiap-tiap kelompok.

2.      Peralatan sistem pemyemprot pemadam kebakaran.
Di kota Kalifornia Amerika serikat, departemen pemadam kebakaran mengalami masalah cukup sulit dimana debit air alat system penyemprot turun walau tekanan cukup besar, setelah diselidiki maka di dalam alat penyemprot terjadi suatu korosi yang disebabkan oleh aktifitas mikroba dipermukaan dinding bagian dalam yang terbuat dari baja karbon dan tembaga saat beberapa bulan pembelian.
Hal ini disebabkan adanya biodeposit (turbucle) yang tumbuh di di dinding bagian dalam, kemudian di dalam biodeposit tersebut terjadi aktifitas degradasi lokal berupa korosi pitting sehingga mengurangi tebal pipa dan aktifitas ini menghasilkan senyawa H2S di lubang pit yang mengakibatkan keadaan asam dan mempercepat kelarutan logam.

G.  Korosi dan Cara Pencegahannya
Korosi atau perkaratan sangat lazim terjadi pada besi.  Besi merupakan logam yang mudah berkarat.  Karat besi merupakan zat yang dihasilkan pada peristiwa korosi, yaitu berupa zat padat berwarna coklat kemerahan yang bersifat rapuh serta berpori.  Rumus kimia dari karat besi adalah Fe2O3.xH2O.  Bila dibiarkan, lama kelamaan besi akan habis menjadi karat.
Dampak dari peristiwa korosi bersifat sangat merugikan.  Contoh nyata adalah keroposnya jembatan, bodi mobil, ataupun berbagai konstruksi dari besi lainnya.Siapa di antara kita tidak kecewa  bila bodi mobil kesayangannya tahu-tahu sudah keropos karena korosi.  Pasti tidak ada.  Karena itu, sangat penting bila kita sedikit tahu tentang apa korosi itu, sehingga bisa diambil langkah-langkah antisipasi.
Peristiwa korosi sendiri merupakan proses elektrokimia, yaitu proses (perubahan / reaksi kimia) yang melibatkan adanya aliran listrik.  Bagian tertentu dari besi berlaku sebagai kutub negatif (elektroda negatif, anoda), sementara bagian yang lain sebagai kutub positif (elektroda positif, katoda).  Elektron mengalir dari anoda ke katoda, sehingga terjadilah peristiwa korosi.
Ion besi (II)yang terbentuk pada anoda selanjutnya teroksidasi menjadi ion besi (III) yang kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi (karat besi), Fe2O3.xH2O.
Dari reaksi terlihat bahwa korosi melibatkan adanya gas oksigen dan air.  Karena itu, besi yang disimpan dalam udara yang kering akan lebih awet bila dibandingkan ditempat yang lembab.  Korosi pada besi ternyata dipercepat oleh beberapa faktor, seperti tingkat keasaman, kontak dengan elektrolit, kontak dengan pengotor, kontak dengan logam lain yang kurang aktif (logam nikel, timah, tembaga), serta keadaan logam besi itu sendiri (kerapatan atau kasar halusnya permukaan).

H.  Pencegahan korosi
Pencegahan korosi didasarkan pada dua prinsip berikut :
1.      Mencegah kontak dengan oksigen dan/atau air
Korosi besi memerlukan oksigen dan air. Bila salah satu tidak ada, maka peristiwa korosi tidak dapat terjadi.  Korosi dapat dicegah dengan melapisi besi dengan cat, oli, logam lain yang tahan korosi (logam yang lebih aktif seperti seg dan krom).  Penggunaan logam lain yang kurang aktif (timah dan tembaga) sebagai pelapis pada kaleng bertujuan agar kaleng cepat hancur di tanah. Timah atau tembaga bersifat mampercepat proses korosi.
2.      Perlindungan katoda (pengorbanan anoda)
Besi yang dilapisi atau dihubugkan dengan logam lain yang lebih aktif akan membentuk sel elektrokimia dengan besi sebagai katoda.  Di sini, besi berfungsi hanya sebagai tempat terjadinya reduksi oksigen. Logam lain berperan sebagai anoda, dan mengalami reaksi oksidasi.  Dalam hal ini besi, sebagai katoda, terlindungi oleh logam lain (sebagai anoda, dikorbankan).  Besi akan aman terlindungi selama logam pelindungnya masih ada / belum habis.  Untuk perlindungan katoda pada sistem jaringan pipa bawah tanah lazim digunakan logam magnesium, Mg.  Logam ini secara berkala harus dikontrol dan diganti.
3.      Membuat alloy atau  paduan logam yang bersifat tahan karat, misalnya besi dicampur dengan logam Ni dan Cr menjadi baja stainless (72% Fe, 19%Cr, 9%Ni). 

























BAB III
KESIMPULAN

1.       Korosi merata dapat terjadi pada logam dan paduan logam karena reaksi oksidasi dan reduksinya tersebar secara merata pada logam dengan laju korosi yang relatif sama.
2.       Logam yang terkorosi merata terjadi akibat seluruh permukaan logam kontak dengan lingkungannya.
3.       Aktivitas mikroba khususnya bakteri reduksi ,oksida sulfat dan mangan oksidasi mengakibatkan degradasi fungsi peralatan yang memakai bahan dasar logam dengan kondisi lingkungan kritis dan temperatur tertentu. Maka pencegahan dengan pemilihan lingkungan kerja material yang tidak memberikan nutrisi dan temperatur untuk berkembang dan perlindungan korosi berupa pengecatan dan proteksi katodik.